Hamzah bin Abdul Muthalib  

Posted by agus3anto

Hamzah bin Abdul Muthalib
Pernah mendengar sahabat yang dibunuh dan dimakan hatinya oleh seorang perempuan? Beliaulah Hamzah bin Abdul muthalib paman nabi Muhammad.
Sangat panjang perjalanan Hamzah hingga gugur di medan uhud. Tentunya menarik kisah hidup beliau, namun bagaimana mula beliau masuk Islam.
Pada suatu hari Abu Jahal berjalan melewati Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di sebuah tempat yaitu Safa. Seperti kebiasaannya ia pun mengganggu Rasulullah, mencaci, memaki dan melampiaskan dendamnya karena dianggap menghina agamanya. Rasulullah tidak menanggapi ucapan Abu Jahl. Pelecehan yang dilakukan oleh Abu Jahl terdengar oleh seorang wanita budak Jud'an bin Amir. Selesai mengumpat, abu Jahl pun pergi ke balai pertemuan orang-orang Qurays yang ada di sebelah Ka'bah. Duduklah ia bersama para pembesar Qurays.
Tidak lama berselang, Hamzah bin Abdul Muthalib datang sambil menghunus pedangnya menuju ke arah Ka'bah. Ini kebiasaannya apabila sehabis berburu, karena memang berburu merupakan kegemarannya. Selepas berburu, ia biasanya tak langsung pulang ke rumah namun terlebih dulu thawaaf di Baitullah. Hari-hari sebelumnya pabila telah selesai melakukan thawaf dan melewati balai pertemuan orang Qurays maka ia mengucapkan salam dan ngobrol bersama mereka. Memang Hamzah adalah anak muda yang disegani di kalangan orang Qurays. Ketika Hamzah berjalan menuju Ka'bah dan melintasi seorang budak wanita Jud'an maka budak itu berkata mengadu: "Wahai Abu Umarah (sebutan bagi Hamzah), seandainya saja engkau tadi melihat apa yang diperbuat oleh Abul hakam (sebutan Abu Jahal) terhadap keponakanmu Muhammad! Abu Jahl bertemu beliau di Shafa kemudian ia mengganggu, mencaci makinya dan melakukan hal-hal yang tidak beliau sukai. Setelah itu ia pergi dan Muhammad tidak menyahuti omongannya sedikit pun".
Hamzah mendengar laporan budak wanita tadi marah terhadap Abu Jahl. Ia pun segera pergi mencari Abu Jahl tanpa menggubris orang-orang lain. Ia berniatan bila bertemu dengan Abu Jahal akan mehajar dan memberinya pelajaran.
Ketika Hamzah masuk masjid, ia melihat Abu Jahl sedang duduk bersama orang-orang Qurays. Hamzah pun berjalan ke arahnya. Ketika ia telah berada di depannya, ia mengangkat pedangnya kemudian menghajar Abu Jahal hingga mengalami luka parah. Ia berkata: "Apakah Engkau mencaci maki keponakanku padahal aku seagama dengannya, dan aku berkata seperti yang ia katakan? Silakan balas jika engkau sanggup!
Melihat kondisi ini beberapa orang dari bani Makhzum mendekat kepada Hamzah untuk menolong Abu jahal. Namun Abu Jahal berkata: " biarkanlah Abu Umarah." Demi Allah, aku telah menghina keponakannya dengan penghinaan yang buruk."
Perbuatan yang dilakukan Hamzah ini sekaligus sebagai pernyataan tentang masuk Islamnya beliau dan mengikuti Rasulullah.
Masuknya Hamzah ke dalam Islam ini menyadarkan orang Qurays bahwa Rasulullah Muhammad telah kuat, terjaga, dan Hamzah akan melindunginya. Oleh sebab itu maka orang Qurays pun mulai mengurangi gangguannya kepada Rasullullah.

HAFSHOH binti 'UMAR -radhiallaahu 'anha-  

Posted by agus3anto

HAFSHOH binti 'UMAR -radhiallaahu 'anha-
Beliau adalah Hafsah putri dari Umar bin Khaththab, seorang shahabat agung yang melalui perantara beliau-lah Islam memiliki wibawa. Hafshoh adalah seorang wanita yang masih muda dan berparas cantik, bertaqwa dan wanita yang disegani.
Pada mulanya beliau dinikahi salah seorang shahabat yang mulia bernama Khunais bin Khudzafah bin Qais As-Sahmi Al-Quraisy yang pernah berhijrah dua kali, ikut dalam perang Badar dan perang Uhud namun setelah itu beliau wafat di negeri hijrah karena sakit yang beliau alami waktu perang Uhud. Beliau meninggalkan seorang janda yang masih  muda dan bertaqwa yakni Hafshoh yang ketika itu masih berumur 18 tahun.
Umar benar-benar merasakan gelisah dengan adanya keadaan putrinya yang menjanda dalam keadaan masih muda dan beliau masih merasakan kesedihan dengan wafatnya menantunya yang dia adalah seorang muhajir dan mujahid. Beliau mulai merasakan kesedihan setiap kali masuk rumah melihat putrinya dalam keadaan berduka. Setelah berfikir panjang maka Umar berkesimpulan untuk mencarikan suami untuk putrinya sehingga dia dapat bergaul dengannya dan agar kebahagiaan yang telah hilang tatkala dia menjadi seorang istri selama kurang lebih enam bulan dapat kembali.
Akhirnya pilihan Umar jatuh pada Abu Bakar Ash Shidiq radhiallaahu 'anhu orang yang paling dicintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam karena Abu Bakar dengan sifat tenggang rasa dan kelembutannya dapat diharapkan membimbing Hafshoh yang mewarisi watak bapaknya yakni bersemangat tinggi dan berwatak tegas. Maka segeralah Umar menemui Abu Bakar dan menceritakan perihal Hafshoh berserta ujian yang menimpa dirinya yakni berstatus janda. Sedangkan ash-Shiddiq memperhatikan dengan rasa iba dan belas kasihan. Kemudian barulah Umar menawari Abu Bakar agar mau memperistri putrinya. Dalam hatinya dia tidak ragu bahwa Abu Bakar mau menerima seorang yang masih muda dan bertaqwa, putri dari seorang laki-laki yang dijadikan oleh Allah penyebab untuk menguatkan Islam. Namun ternyata Abu Bakar tidak menjawab apa-apa. Maka berpalinglah Umar dengan membawa kekecewaan hatinya yang hampir-hampir dia tidak percaya (dengan sikap Abu Bakar). Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju rumah Utsman bin Affan yang mana ketika itu istri beliau yang bernama Ruqqayah binti Rasulullah telah wafat karena sakit yang dideritanya.
Umar menceritakan perihal putrinya kepada Utsman dan menawari agar mau menikahi putrinya, namun beliau menjawab: "Aku belum ingin menikah saat ini". Semakin bertambahlah kesedihan Umar atas penolakan Utsman tersebut setelah ditolak oleh Abu Bakar. Dan beliau merasa malu untuk bertemu dengan salah seorang dari kedua shahabatnya tersebut padahal mereka berdua adalah kawan karibnya dan teman kepercayaannya yang faham betul  tentang kedudukannya. Kemudian beliau menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan keadaan dan sikap Abu Bakar maupun Utsman. Maka tersenyumlah Rasulllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam seraya berkata:
"Hafshoh akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafshoh (yaitu putri beliau Ummu Kultsum radhiallaahu 'anha-red)"
Wajah Umar bin Khaththab berseri-seri karena kemuliaan yang agung ini yang mana belum pernah terlintas dalam angan-angannya. Hilanglah segala kesusahan hatinya, maka dengan segera dia menyampaikan kabar gembira tersebut kepada setiap orang yang dicintainya sedangkan Abu Bakar adalah orang yang pertama kali beliau temui. Maka tatkala Abu Bakar melihat Umar dalam keadaan gembira dan suka cita maka beliau mengucapkan selamat kepada Umar dan meminta maaf kepada Umar sambil berkata "janganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebut-nyebut Hafshoh. Hanya saja aku tidak ingin membuka rahasia Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam; seandainya beliau menolak Hafshoh maka pastilah aku akan menikahinya. Maka Madinah mendapat barokah dengan indahnya pernikahan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Hafshoh binti Umar pada bulan Sya'ban tahun ketiga Hijriyah. Begitu pula barokah dari pernikahan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum binti Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam pada bulan Jumadil Akhir tahun ketiga Hijriyah juga.
Begitulah, Hafshoh bergabung dengan istri-istri Rasulullah dan Ummahatul mukminin yang suci. Di dalam rumah tangga Nubuwwah ada istri selain beliau yakni Saudah dan Aisyah. Maka tatkala ada kecemburuan beliau mendekati Aisyah karena dia lebih pantas dan lebih layak untuk cemburu. Beliau senantiasa mendekati dan mengalah dengan Aisyah mengikuti pesan bapaknya (Umar) yang berkata: "Betapa kerdilnya engkau bila dibanding dengan Aisyah dan betapa kerdilnya ayahmu ini apabila dibandingkan dengan ayahnya".
Hafshoh dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi, maka turunlah ayat :"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong untuk menerima kebaikan dan jika kamu berdua bantu membantu menyusahkan Nabi,maka sesungguhnya Allah adalah pelindungnya dan (begitu pula) Jibril" (Q.S. at-Tahrim: 4).
Telah diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mentalak sekali untuk Hafshoh tatkala Hafshoh dianggap menyusahkan Nabi namun beliau rujuk kembali dengan perintah yang dibawa oleh Jibril 'alaihissalam yang mana dia berkata:
  "Dia adalah seorang wanita yang rajin shaum, rajin shalat dan dia adalah istrimu  di surga".
Hafshoh pernah merasa bersalah karena menyebabkan kesusahan dan penderitaan Nabi dengan menyebarkan rahasianya namun akhirnya menjadi tenang setelah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memaafkan beliau. Kemudian Hafshoh hidup bersama Nabi dengan hubungan yang harmonis sebagai seorang istri bersama suaminya. Manakala Rasul yang mulia menghadap ar-Rafiiq al-A'la dan Khalifah dipegang oleh Abu Bakar ash-Shiddiq, maka Hafshoh- lah yang dipercaya diantara Ummahatul Mukminin termasuk Aisyah didalamnya, untuk menjaga mushaf Al-Qur'an yang pertama.
Hafshoh radhiallaahu 'anha mengisi hidupnya sebagai seorang ahli ibadah dan ta'at kepada Allah, rajin shaum dan juga shalat, satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjaga keamanan dari undang-undang umat ini, dan kitabnya yang paling utama yang sebagai mukjizat yang kekal, sumber hukum yang lurus dan 'aqidahnya yang utuh.
Ketika ayah beliau yang ketika itu adalah Amirul mukminin merasakan dekatnya ajal setelah ditikam oleh Abu Lu'lu'ah seorang Majusi pada bulan Dzulhijjah tahun 13 hijriyah, maka Hafshoh adalah putri beliau yang mendapat wasiat yang beliau tinggalkan.
Hafshoh wafat pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiallaahu 'anhu setelah memberikan wasiat kepada saudaranya yang bernama Abdullah dengan wasiat yang diwasiatkan oleh ayahnya radhiallaahu 'anhu. Semoga Allah meridhai beliau karena beliau telah menjaga al-Qur'an al- Karim, dan beliau adalah wanita yang disebut Jibril sebagai Shawwamah dan Qawwamah (Wanita yang rajin shaum dan shalat) dan bahwa beliau adalah istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam di surga.

Biografi Syaikh Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi  

Posted by agus3anto

Biografi
Syaikh Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi
Riwayat singkat kehidupan fadilatus sheik Sholeh bin Ibrahim Al-Balihi Rahimahumullah
Nasab, kelahiran dan perkembangan
Dia adalah syeikh sholeh bin ibrahim bin muhammad bin manik bin muhammad bin abdillah al balihi dari kabilah dawasir yang terkenal dengan al wadha'in wad dawasir dinisbahkan kepada dausir dan nasab dausir sampai kepada qohton sebagimana disebutkan oleh ulama' nasab
Dia dilahirkan di negeri syamasiah salah satu tempat di qoshim pada tahun 1331 H. kemudian dia pindah bersama kedua orang tuaanya dari syamasah ke kota buroidah pada tahun 1338 H. kemudian dia belajar al-qur'an dengan salah satu madrasah di kota buraidah kemudian setelah dia lulus sibuk dagang bersama orang tuanya sambil terus menuntut ilmu dien
Guru-guru beliau dan murid-muridnya
1. fadilatus sheikh al 'alamah umar bin muhammad bin salim rahimahullah
2. fadilatus sheikh al 'alamah abdul aziz bin ibrahim al ibadi rahimahullah
3. fadilatus sheikh abdullah arrasyid al farj rahimahullah
4. fadilatus sheikh muhammad bin abdurahman al balihi hafidahullah
5. fadilatus sheikh abdullah bin muhammad bin humaid rahimahullah
Murid-muridnya
1. fadilatus sheikh abdul azis bin sholeh al'aql waffaqohullah
2. fadilatus sheikh abdullah bin muhammad ad duweis rahimahullah
3. fadilatus sheikh abdullah bin ibrahim al qor 'awi hafidahullah
4. fadilatus sheikh salman bin fa hd al 'audah hafidahullah
5. fadilatus sheikh sholeh al wanyan hafidahullah
Karangannya
1. as salsabil fi ma'rifatil ad dalil
2. al huda wal bayan fi asma'il qur'an
3. aqidatul muslimin war raddu alal mulhidina wal mubtadi'ina
4. yaa fataatul al islam iqro'I hatta la tahdi'I
5. ar ba'un kalimat mufidah
perangai
adalah seikh ini seperti ulama-ulama yang lain yang terdidik atas qur'an dan sunnah, beliau rahimahullah mengajak pada ma'ruf dan mencegah dari kemungkaran, tawadu' cinta kepada kebaikan dan fuqoro' dan masaqin
wafatnya
beliau wafat pada hari jum'at tanggal 3 bualan jumadil awwal tahun 1410 H.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab  

Posted by agus3anto

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Beliau adalah al imam Asy Syaikh Muhammad Bin Abdul wahhab Bin sulaiman bin ali bin Muhammad bin rasyid bin buraid bin Muhammad musyrif bin Sumar salah seorang keturunan Bani Tamim yang dermawan. Beliau dilahirkan di negeri al unaiyah pada tahun 1115 H dalam kediaman yang penuh dalam ilmu, kemulyaan dan agama. Ayah beliau adalah seorang alim besar, sedangkan kakeknya adalah alim negeri najed pada zamannya.
Beliau telah hafal alquran sebelum umur sepuluh tahun, lalu mempelajari ilmu fikih sampai mendalam. Orang tuanya sangat kagum kepada beliau karena kekuatan hafalan beliau. Beliau banyak membaca kitab-kitab tafsir dan hadits dan selalu terlihat menuntut ilmu baik siang atau malam hari. Menghafal matan -matan berbagai disiplin ilmu. Beliau pergi mencari ilmu di berbagai wilayah nejed dan makkah serta berguru kepada para ulamanya. Diantara mereka adalah al allamah Ahlul Sunnah syaikh abdullah bin ibrahim As syammiri. Beliau juga berguru kepada putra syaikh abdullah bin ibrahim yang terkenal sebagai ahli ilmu faraidh yaitu ibrahim ay syammiri, pengarang kitab al adhbul faidh fi syarhi alfiyatil faraidh. Kedua syaikh tersebut lalu memperkenalkannya kepada seorang ahli hadits terkemuka yaitu Muhammad Hayat As sindy. Beliau kemudian berguru kepadanya dalam hal hadits dan rijalnya(periwayat hadits). Lalu beliau memberi ijazah (rekomendasi) dalam kitab-kitab induk hadits.
Syaikh muhammad bin abdul wahhab dikaruniai pemahaman yang tajam dan kecerdasan yang luar biasa. Beliau tekun membca, meneliti dan mengarang, selalu meneliti hal-hal yang penting dari buku yang dibaca dan penelitian yang dilakukan, serta tidak pernah bosan menulis. Beliau banyak memberikan catatan dalam banyak buku karya ibnu taimiyah dan ibnu qoyyim rahimahumAllah. Beberapa tulisan tangan yang beliau tulis dengan penanya yang lancar hingga kini masih banyak tersimpan di museum.
Sepeninggal ayahandanya, beliau secara terang-terangan berdakwah kepada tauhid, mengingkari kemungkaran dan menyerang para penyembah kubur. Dakwah beliau didukung oleh para penguasa dari keluarga su'ud sehingga menjadi kuat dan cepat tersebar beritanya.
Beliau memiliki banyak karya yang bermanfaat diantaranya
· Kitab yang agung dan amat berfaedah "kitab tauhid". Kitab ini telah dicetak oleh beberapa percetakan, setiap kali cetakannya habis ia langsung dicetak ulang kembali.
· Kitab Kasyfusy Syubuhaat
· Al Kabair
· Mukhtasharul Inshaaf
· Asy syarhul Kabiir
· Mukhtashar Zaadul Maad
· dan lain-lain
Beliau juga memiliki fatwa-fatwa dan berbagai makalah yang dihimpun dalam sebuah kitab yang diberi judul majmu'atu mu'allaatil imam Muhammad bin abin abdul wahhab, diterbitkan oleh universitas Islam imam muhammad binsaud. Beliau meninggal pada tahun 1206 H. Mudah-mudahan Allah memberi beliau rahmat yang seluas-lusanya serta mendapat balasan yang sebaik-baiknya atas jasanya kepada Islam dan umat Islam.

Biografi Imam Nawawi  

Posted by agus3anto

Biografi
Imam Nawawi
Imam nawawi lahir di desa Nawa di daerah khauran sebelah selatan kota Damsyik pada bulan Muharram 131 H. Beliau hidup di kelurga yang sangat menghargai ilmu dien. Allah memberikan kepada beliau kecintaan kepada ilmu dan hafalan Al quran. Dengan dukungan ayah beliau , imam nawawi memperoleh kemulian besar dalam kehidupan ilmiah.
Tsaqofah
Imam Nawawi pindah ke Damsyik, tinggal di madrasah untuk menuntut ilmu. Beliau sangat tekun menuntut ilmu, hafal 'at tanbih' dalam waktu 4,5 bulan, di bulan sisanya di tahun itu beliau menghafal rab'ul muhadzdzab. Beliau belajar ilmu terus menerus hingga menjadi ulama besar dalam fiqh madzhab syafi'i, dalam bidang hadits dan bahasa.
Akhlaq
Imam Nawawi dikenal sebagai seorang alim rabbani, zuhud dalam dunia, wara' dan beliau hampir tidak pernah berpaling dari ketaatan, kuat dalam amar ma'ruf nahi munkar, menasehati penguasa, tidak takut celaan orang karena Allah Ta'ala.
Kedudukan beliau
Imam memiliki kedudukan yang tinggi yang dikenal oleh ulama di jamannya. Berkaitan dengan ini syaikh ibn farh menyatakan bahwa imam nawawi memiliki tiga derajat yang satu derajatnya saja sangat berat dicapai oleh orang lain, yaitu ilmu, zuhud dan amar ma'ruf nahi mungkar.
Wafat beliau
Nawawi meninggal pada tanggal 14 rajab 176 H di Nawa. Umur Imam Nawawi memang tidak panjang, tidak lebih dari 45 tahun, meskipun demikian usia yang tidak panjang itu penuh barakah. Umur yang tidak panjang itu, beliau habiskan untuk ibadah, ketaatan, mengajar dan menulis.
Karya Imam Nawawi
Beliau mewariskan peninggallan yang berharga dalam beragam ilmu-ilmu agama, yang dapat dibaca oleh para penelaah, dan pembaca. Disaat beliau diberi kekuatan pemahaman dalam memahami nash, ilmu fiqh, ushul fiqh, mustholah, bahasa dan bidang ilmu yang lain. Diantara karangan beliau adalah
1. Minhaj fi syarah shahih Muslim
2. taahdzibul asma' waal lughoh
3. Minhajuj tholibin
4. ad daqoiq
5. Tashhihul tanbih fi fiqhil asy syafi'iyah
6. Taqrib wa tahsin fi mushtolah al hadits
7. Riyadhus shalihin min kalamisayidil mursalin
Dan tulisan-tulisan lain yang masih banyak.

Biografi Imam Malik  

Posted by agus3anto

Biografi
Imam Malik
Nama dan Nasabnya
Abu Abdillah Malik bin Anas al Ashbahi, Imam darul Hijroh.
Kelahirannya
Beliau lahir di Madinah al Munawwaroh tahun 93 h dan tumbuh besar di Madinah
Guru-gurunya
Nafi' al Muqbiri, Na'imul Majmar, az Zuhri, Amir bin abdillah bin az Zubair, Ibnul Mungkadir, Abdullah bin Dinar dan lain-lain.
Murid-miridnya
Ibnul Mubarak, al Qothon, Ibnu Mahdi, Ibnu wahb, Ibnu Qosim, al Qo'nabi, Abdullah bin Yusuf, Said bin Manshur, Yahya bin Yahya, an Naisaburi, Yahya bin Yahya al Andalusi, Yahya bin Bakir, Qutaibah abu Mus'ab, az Aubairi dan Abu Hudzafah as Sahmi.
Pujian-pujian ulama
· Berkata imam Syafi'I : jika disebut (nama-nama) ulama, maka Imam Malik adalah bintangnya.
· Beliau juga berkata : kalau bukan karena (perantara) Malik dan Uyaimah niscaya hilang ilmu yang ada di Hijaz.
· Ibnu Wahb berkata : kalau bukan karena (perantara)Malik dan Al Laih niscaya kita akan sesat
· Berkata Abdurrahman bin Waqid : aku melihat pitu Malik di Madinah seperti pintu amir.
· Berkata al La'nabi : ketika aku bersama Uyainah (telah sampai kepadanya berita kematian Malik) dalam keadaan sedih beliau berkata : tidak ada seorangpun di muka bumi seperti beliau.
· Berkata Syu'bah : saya datang ke Madinah setahun setelah kematian Nafi' (ternyata sudah) ada halaqoh Malik
· Berkata Syafi'I : tidak ada kitab ilmu di bumi yang paling banyak benarnya dari pada kitab Muwathah Imam Malik.
Perkataan-perkataan beliau :
· Allah ada di langit dan mengetahui setiap tempat
· Istiwa (bersemayam) itu ma'lum (diketahui) Kaifiyah (bagaimana bersemayamnya Allah) itu majhul (tidak di ketahui).
· Beriman (bahwa Allah bersemayam) adalah wajib
· Bertanya bagaimana Allah bersemayam hukumnya bid'ah
· Aku tidak akan berfatwa sehingga ada 70 saksi yang mempersaksikan bahwa aku ahli (mengetahui) masalah tersebut.
· Tidak ada seorangpun setelah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam yang berhak diambil dan di tinggalkan perkataannya kecuali Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam .
Wafatnya
Beliau wafat pada 10 rabiul awal tahun 177 H.

Imam Bukhari  

Posted by agus3anto

Imam Bukhari
Beliau dilahirkan pada bulan syawal tahun 194 H di negeri bukhara, yang sekarang di kenal sebagai bagian dari negeri soviet. Beliau adalahseorang yang sangat alim di bidang hadits. Beliau menyusun sebuah kitab yang kesahihannya telah disepakati oleh umat islam dari jaman dahulu hingga sekarang.
Imam bukhari pernah ditanya oleh seseorang:' Bagaimana mulanya engkau berkecimpung dalam bidang hadits ini? Maka beliau mengatakan : saya diilhami untuk menghafal hadits ketika saya bersama dengan para penulis hadits. Berapa usiamu pada waktu itu? Dia menjawab 10 tahun, atau kurang. Saya lalu keluar dari kelompok para penulis itu dan selanjutnya saya selau menemani ad dakhili dan ulama lainnya. Ketika saya telah berkecimpung di bidang ini saya telah hafal ibnul mubarak dan waqi'. Saya lalu pergi ke Mekkah bersama ibu dan saudaraku , sesudah selesai berhaji , saudaraku lalu mengantarkan ibuku pulang, sedangkan saya memperdalam dan mematangkan diri dalam bidang hadits.
Imam bukahari selanjutnya berkelana ke berbagai daerah seperit nisabur, baghdad, bashrah, kufah, mekkah, madinah, syam dan mesir untuk mendapatkan hadits dari sejumlah ulama.
Beliau menulis kitabnya yang bernama tarikh di masjid nabawi, sejumlah buku yang memuat nama-nama rijal ( Orang).
Imam bukhari pada waktu kecil pernah mendatangi para ulama yang sedang bersama para muridnya, karena beliau masih kecil beliau malu memberi salam pada mereka. Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang alim: berapa hadits yang sudah kau tulis hari ini? Imam bukhari menjawab: Dua" orang-orang yang ada di sekitarnya mentertawakannya. Alim itu pun berkata" kalian jangan mentertawakannya, boleh jadi suatu hari kalian akan ditertawakannya.
Beliau berkata: suatu kali saya bersama ishak ibnu rahawaih, lalu ada sejumlah temanku yang berkata kepadaku " alangkah baiknya kalau sekiranya engkau kumpulkan sunnah nabi sholallohu alaihi wasalam dalam sebuh kitab yang singkat. Hal tersebut mengena dalam hatiku , maka saya mulai mengumpulkannya dalam kitab ini (Kitab sahih Bukhari).
Beliau berkata : kitab ini saya pilihkan dari 600 ribu hadits. beliau juga berkata : tidaklah aku tulis satu hadits dalam kitab ini kecuali saya wudlu/mandi dan sholat dua rekaat.
Imam bukari berkata: saya menulis hadits dari 1000 orang alim atau lebih. Tidak ada satu pun hadits yang ada padaku kecuali kusebutkan isnadnya.
Imam bukhari meninggal pada tahun 256 H pada malam hari raya idhul fitri pada usia 62 tahun. Kubur beliau terletak di bikharnatk dekat dengan samarkand.